Diseminasi Program Penerjemahan Cerita Anak dan Laman Penerjemahan Daring (Penjaring)

 Diseminasi Program Penerjemahan Cerita Anak dan Laman Penerjemahan Daring (Penjaring)

Bandung Barat—Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa (Pustanda), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbudristek melakukan diseminasi program Penerjemahan Cerita Anak dan Laman Penerjemahan Daring (Penjaring) dalam rangka Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa pada 19 Mei 2023 di Hotel Novena, Bandung Barat, Jawa Barat.

Kegiatan yang dilakukan selama sehari tersebut menghadirkan narasumber Anggota Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, Anggota Komisi X DPR RI, didampingi oleh Muh. Abdul Khak, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa, dan Herawati, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, pengawas, guru, praktisi pendidikan, dosen, pegiat literasi, dan tokoh masyarakat.

Diseminasi program Penerjemahan Cerita Anak dan Laman Penjaring menjadi langkah strategis yang dilakukan Pustanda, Badan Bahasa sebagai bentuk akuntabilitas keterbukaan informasi publik dalam mewujudkan Badan Bahasa yang semakin Bermartabat-Bermanfaat. Sebagai unit eselon II di Badan Bahasa yang memiliki tugas untuk melaksanakan penguatan dan pemberdayaan bahasa, menyelenggarakan beberapa fungsi, salah satunya adalah pelaksanaan penerjemahan untuk mendukung penyebaran bahasa negara.
Dalam sambutannya, Muh. Abdul Khak menyampaikan bahwa sejak 2020–2025, Badan Bahasa menetapkan tiga prioritas program. Yang pertama literasi kebahasaan, kedua pelindungan bahasa daerah melalui revitalisasi, dan ketiga internasionalisasi bahasa Indonesia. Salah satu bentuk penguatan literasi kebahasaan, Badan Bahasa melalui KKLP Penerjemahan telah menghasilkan beberapa produk, yaitu 6 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Penerjemah dan Juru Bahasa, lebih dari 2.000 Terjemahan Buku Cerita Anak dari berbagai bahasa asing, Antologi Cerita Anak dalam rangka Presidensi G-20, dan Laman Penerjemahan Daring (Penjaring).
Lebih lanjut Muh.Abdul Khak menyampaikan bahwa buku-buku yang diterjemahkan sejak tahun 2021 merupakan bagian dari penerjemahan 5.000 buku yang ditargetkan selesai pada tahun 2024. Buku-buku yang diterjemahkan berbasis STEAM (science, Technology, engineering, arts, and math). Bahasa sumber dari 1.251 buku yang diterjemahkan adalah bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Korea, dan Prancis.
Pada kesempatan yang sama, Abdul Khak juga menjelaskan bahwa Laman Penjaring merupakan jenama sistem informasi dan layanan penerjemahan berbasis jaringan yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek. Ada 3 fitur utama di laman penjaring, yaitu 1)Baca Buku, 2) Terjemahkan, dan 3) Inventaris. Laman Penjaring dapat diakses melalui tautan https://penerjemahan.kemdikbud.go.id/
Mengawali diskusi dengan para peserta Diseminasi, Dede Yusuf Anggota Komisi X DPR RI, menjelaskan bahwa generasi mendatang akan dihadapkan dengan tantangan yang tidak mudah, khususnya terkait minat baca. Munculnya aplikasi-aplikasi artificial intelligent (AI) yang memudahkan pekerjaan, termasuk kegiatan membaca dan menulis, seringkali membuat orang lupa akan pentingnya budaya membaca dan menulis.
Pada kegiatan diseminasi ini, Dede Yusuf juga melakukan diskusi terbuka dengan para peserta untuk menggali informasi dan aspirasi terkait dengan kegiatan literasi di masyarakat Bandung Barat, khususnya di sekolah-sekolah. Diantara permasalahan yang dihadapi oleh para guru dalam mengembangkan kegiatan literasi di sekolah adalah ketersediaan bahan bacaan yang belum memadai, kesulitan menyediakan pojok baca di sekolah, minat baca anak yang berkurang karena maraknya penggunaan gawai, dan mahalnya buku-buku bacaan bermutu sehingga tidak semua siswa mampu mengaksesnya.
Kegiatan Diseminasi Program Penerjemahan Cerita Anak dan Laman Penjaring pada tahun ini selain di Kabupaten Bandung Barat juga telah diadakan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat memberi manfaat kepada semua ekosistem penerjemahan di Indonesia, seperti masyarakat umum, pengambil kebijakan di bidang kebahasaan dan/atau kesastraan, para pendidik, sastrawan, penulis, penerjemah, akademisi, mahasiswa, siswa, masyarakat luas, praktisi media massa, dan pemelajar bahasa Indonesia.

Postingan Terkait