Kemendikbudristek Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Maluku 2023

 Kemendikbudristek Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Maluku 2023

Ambon—Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi Maluku, kembali menggelar Implementasi Merdeka Belajar Episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah dalam bentuk Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Maluku Tahun 2023, yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku (25/11).

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Kity Karenisa, mengatakan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Maluku tahun 2023 merupakan hasil dari Revitalisasi Bahasa Daerah yang telah dilakukan di lima kabupaten dan dipentaskan dengan menampilkan tujuh kegiatan kreatif berbahasa daerah.

“Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan wadah bagi kami untuk menunjukkan hasil kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah tahun 2023 dalam bentuk pementasan yang dilakukan oleh para tunas bahasa ibu kepada masyarakat luas di Maluku dan umumnya kepada masyarakat di seluruh Indonesia,” ungkap Kity.

Lebih lanjut, Kity Karenia menuturkan bahwa melalui festival ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku juga ingin menunjukkan bahwa bahasa daerah di Maluku dapat dilestarikan dan digunakan untuk hal yang kreatif. Selain itu, terdapat juga keinginan untuk meningkatkan kesadaran para generasi muda dan tunas bahasa ibu di Maluku bahwa penggunakan bahasa daerah adalah hal yang membanggakan.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Provinsi yang mewakili Gubernur Maluku, Pieterson Rangkoratat, menyampaikan apresiasi penuh dan penghargaan kepada Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku yang terus memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya, khususnya bahasa daerah di Maluku.

“Provinsi Maluku memiliki budaya dan bahasa daerah yang cukup menarik. Tapi sayangnya, kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya serta bahasa daerah yang dimiliki tidak berbanding lurus dengan situasi budaya dan bahasa-bahasa daerah terkini. Keadaan budaya dan bahasa kita saat ini sedang berada dalam kondisi darurat,” ujar Pieterson.

Selanjutnya, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Muh. Abdul Khak, menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku untuk terus menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dimulai dari lingkungan keluarga, agar bahasa daerah Maluku tetap hidup dan lestari.

Dalam Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2023, Kantor Bahasa Provinsi Maluku berhasl menambah dua bahasa baru yang telah direvitalisasi, yaitu bahasa Seran (Seram) di Kabupaten Seram Bagian Timur dan bahasa Tarangan Barat di Kabupaten Kepulauan Aru. Total bahasa yang telah direvitalisasi pada tahun 2023 berjumlah lima bahasa, yaitu bahasa Seran (Seram), bahasa Tarangan Barat, bahasa Kei, bahasa Yamdena, dan bahasa Buru.

Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Maluku terus dilakukan untuk menguatkan penggunaan bahasa daerah, serta menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali hasrat dan minat para penutur bahasa daerah untuk menggunakan bahasanya melalui jalur pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Rangkaian kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah telah sukses dilaksanakan, mulai dengan koordinasi antara pemerintah pusat (Badan Bahasa dan UPT-nya) dan pemerintah daerah melalui dinas terkait dilaksanakan Maret 2023; Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dalam rangka penyusunan model pembelajaran bahasa daerah dilaksanakan Maret 2023; Pelatihan Guru Utama (training of trainer [TOT]) dilaksanakan Mei—Juni 2023; pembelajaran bahasa daerah di sekolah secara ekstrakurikuler dilaksanakan Mei—Oktober 2023; pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah di tiap-tiap sekolah atau komunitas dilaksanakan Juli—Agustus 2023; dan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dilakukan di tingkat kabupaten dari awal Oktober hingga awal November 2023. Puncak dari kegiatan tersebut adalah terselenggaranya Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Maluku Tahun 2023 dengan menampilkan tujuh kegiatan kreatif, yaitu menulis cerpen, berpidato, menyanyi, lawakan tunggal (stand up comedy), mendongeng, menulis dan membaca puisi, serta menulis surat.

Selain itu, Kantor Bahasa Provinsi Maluku juga melakukan kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX dalam melaksanakan kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Maluku dan Festival Victoria 2023. Kedua festival tersebut dilaksanakan dengan mengusung tema “Harmonisasi Nada, Budaya, dan Bahasa dalam Bingkai Kebinekaan” sebagai bentuk praktik baik kolaborasi internal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kantor Bahasa Provinsi Maluku dan Balai Pelestarian Kebudayaan XX menggagas inovasi untuk menampilkan kekayaan budaya yang ada di Provinsi Maluku, baik melalui bahasa daerah, nyanyian daerah, tarian daerah, permainan rakyat, maupun peninggalan cagar budaya. Meskipun memiliki keunikan dan ciri khas yang beragam dari setiap daerah, semua acara sukses dirangkai secara harmonis dalam sebuah bingkai kebinekaan. Festival ini berhasil menarik perhatian masyarakat Maluku yang dengan antusiasme mereka mendatangi dan memenuhi Lapangan Merdeka, Ambon, dari siang hingga malam.

Sumber:
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Postingan Terkait