Pengembangan Bahasa dan Sastra

Sebanyak 7.102 bahasa dituturkan di seluruh dunia. Sementara itu, di Indonesia tercatat sekitar 700 bahasa yang dituturkan sekitar 221 juta penduduk. Itu berarti bahwa kurang lebih sepuluh persen dari jumlah bahasa di dunia ada di Indonesia. Hal itu menjadi suatu kebanggaan karena itu menunjukkan kekayaan bahasa sekaligus keberagaman budaya yang kita miliki.

Sebagai upaya untuk menjaga kelestarian bahasa dan sastra sebagai kekayaan budaya bangsa, Balai Bahasa Jawa Barat melakukan perekaman untuk revitalisasi bahasa dan sastra Indonesia. Keberadaan sebuah karya sastra di suatu wilayah juga perlu untuk didokumentasikan sebagai upaya pemasyarakatan dan pelestarian.

Selain itu, Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang menjadi salah satu tujuan kedatangan warga negara asing. Kedatangan warga negara asing sebagian besar karena memiliki tujuan wisata, ketertarikan akan kebudayaan masyarakatnya, dan juga didasari oleh adanya hubungan kerja sama antara Indonesia dan negara asing dalam berbagai sektor pembangunan. Bertambahnya wisatawan asing yang datang ke Indonesia berimbas pada semakin banyaknya penutur asing yang ingin belajar bahasa Indonesia.

Pengajaran bahasa Indonesia kepada penutur asing—yang dikenal sebagai BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing)—telah diselenggarakan oleh banyak institusi, baik di dalam maupun luar negeri. Balai Bahasa Jawa Barat sebuah institusi pemerintah yang menangani permasalahan kebahasaan di Jawa Barat turut melaksanakan pengajaran tersebut. Hal ini dilakukan dengan harapan Balai Bahasa Jawa Barat dapat melayani keinginan penutur asing yang berkunjung ke Jawa Barat untuk belajar bahasa Indonesia.

Kemudian, salah satu implementasi dari Gerakan Literasi Sekolah, Balai Bahasa Jawa Barat juga mengadakan kegiatan Penyusunan Bahan Literasi Sekolah. Penyusunan bahan literasi tersebut di antaranya dilakukan dengan cara pemilihan bahan bacaan yang sesuai, penyelarasan buku cerita rakyat, dan penulisan buku cerita rakyat.

Selanjutnya, kamus merupakan buku rujukan yang memuat khazanah kata. Selain kosakata umum, dalam kamus juga termuat berbagai istilah dari bidang ilmu. Dalam sebuah kamus termuat khazanah kosakata bahasa yang dapat menjadi lambang atau indikator kemajuan peradaban masyarakat pendukungnya. Kamus sangat bermanfaat untuk dijadikan sumber rujukan bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan daya ungkap pengguna bahasa, baik lisan maupun tulis. Peneliti, penulis, penerjemah, wartawan, dah masyarakat luas juga dapat memanfaatkan kamus demi meningkatkan pengetahuan dan wawasan bahasa serta kemajuan peradaban bangsa Indonesia.

Atas dasar itu, Balai Bahasa Jawa Barat menyusun Kamus Dwibahasa (Indonesia—Sunda). Perkembangan bahasa mencerminkan perkembangan kemajuan peradaban masyarakat Pendukungnya. Demikian pula, bahasa Sunda memiliki kekayaan kosakata yang memadai sebagai sarana pikir, ekspresi, dan komunikasi di berbagai bidang kehidupan bagi penuturnya.  Kamus Dwibahasa (Indonesia—Sunda) adalah kamus yang memuat kata atau gabungan kata bahasa Indonesia yang disusun secara alfabetis dengan penjelasan makna dan contoh pemakaiannya di dalam bahasa Sunda.

Bahasa merupakan instrumen terpenting dalam kehidupan manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa menggunakan bahasa, baik lisan maupun tulisan. Bahasa adalah simbol-simbol yang digunakan untuk menyatakan gagasan, ide, dan perasaan seseorang.

Bahasa memiliki berbagai variasi atau ragam bahasa berdasarkan latar belakang geografi dan sosial penutur, media yang digunakan, dan pokok pembicaraan. Variasi atau ragam bahasa menyangkut semua masalah pribadi para penuturnya, seperti usia, pendidikan, pekerjaan, tingkat kebangsawanan, dan keadaan sosial ekonomi. Berdasarkan usia, kita dapat melihat perbedaan variasi bahasa yang digunakan oleh anak-anak, para remaja, orang dewasa, dan orang yang tergolong lanjut usia. Variasi atau ragam bahasa berdasarkan penutur dan penggunaannya berkenaan dengan status, golongan, dan kelas penuturnya.

Untuk mendokumentasikan variasi bahasa yang ada di masyarakat, Balai Bahasa Jawa Barat menyusun Kamus Urban sebagai bahan rujukan penggunaan ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di masyarakat pengguna bahasa Indonesia.

Hingga kini jumlah kosakata bahasa Indonesia masih jauh teringgal dibandingkan dengan bahasa Inggris. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, bahasa Indonesia memiliki sekitar 91 ribu kosakata, sementara Oxford English Dictionary memuat daftar lebih dari 250.000 kata berbeda.

Sementara itu, bahasa Indonesia terus berupaya untuk menjadi bahasa pengantar ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai pengantar ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa berfungsi untuk menyampaikan informasi secara cepat agar pembaca atau pendengar dapat memahami dan menguasai ilmu tersebut. Untuk menjadi bahasa pengantar ilmu pengetahuan dan teknologi, tentu harus diimbangi dengan kekayaan  kosakata bahasa Indonesia yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk itu, Balai Bahasa Jawa Barat mengadakan kegiatan Pengayaan Kosakata umum, istilah, dan kosakata daerah sebagai upaya memperkaya kosakata bahasa Indonesia.

Postingan Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.