Penulis Bahan Bacaaan Adalah Pejuang Literasi

 Penulis Bahan Bacaaan Adalah Pejuang Literasi

Para pemenang sayembara penulisan bahan literasi 2019 Balai Bahasa Jabar adalah para pejuang gerakan literasi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2014. Dasar utama pemerintah mencanangkan gerakan literasi adalah untuk menunjang kualitas pendidikan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ardianto Bahtiar, Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Bahasa Jawa Barat dalam acara penyerahan hadiah kepada para pemenang Sayembara Penulisan Bahan Literasi 2019, Jumat, 18 Oktober 2019, di Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung. Ardianto sangat mengapresiasi partisipasi para peserta dalam mengikuti sayembara. “Saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemenang sayembara yang sudah mencurahkan pikiran, tenaga, dan waktu untuk menulis bahan literasi tersebut” ujar Ardianto.

Ardianto mengungkapkan bahwa salah satu agenda Balai Bahasa Jawa Barat adalah menggalakan literasi, diantaranya melalui sayembara penulisan bahan literasi dengan cara menulis dan memproduksi sebanyak-banyaknya bahan bacaan untuk berbagai jenjang pendidikan PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Ardianto berharap raihan keberhasilan dari para pemenang ini dapat menjadi pemacu semangat bagi rekan-rekan penulis lain yang belum berksesempatan menjadi pemenang. “Dengan adanya sayembara seperti ini juga saya harapkan dapat meningkatkan tingkat literasi kita yang jika dibandingkan dengan negara lain masih tertinggal” kata Ardianto.

Ardianto Bahtiar, Kasubbag Tata Usaha Balai Bahasa Jabar, menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Sementara itu, Ali Muakhir, salah seorang dewan juri yang hadir dalam acara penyerahan hadiah, mengatakan bahwa hampir sebagian besar para pemenang sayembara tahun ini adalah para penulis yang sudah malang melintang di dunia literasi dan kemampuan menulisnya sudah dapat dikatakan kelas nasional. Bahkan, beberapa di antaranya adalah para pemenang sayembara penulisan di Balai Bahasa Jabar pada tahun-tahun sebelumnya. “Harapan kita, para peserta sayembara tahun depan akan semakin bertambah dan tahun depan akan muncul para pemenang baru sebagai tanda bahwa munculnya para pejuang literasi yang baru” kata Ali.

Dari total 60 naskah yang diterima panitia, Tim Juri menetapkan tujuh orang penulis terbaik dari masing-masing kategori. Pemenang bahan literasi kategori Paud dan TK (Pramembaca) adalah “3 Kata Ajaib” karya Aris Prasetyo, “Doru, Ayo Ucapkan Terima kasih” karya Cucu Hasanah, “Karinding dari Abah” karya Dini W. Tamam, “Mau Burayot” karya Leni Mulyani, “Kalua Kulit Manis dari Bandung” karya Fadilah Tria Aulia, “Tebak-tebak Kue Isi” karya Ruri Irawati, dan “Kata Pertamaku (Seri Makanan Tradisional Jawa Barat)” karya Nia Kurniawati.

Kemudian, pemenang bahan literasi kategori SD (Membaca Dini) yaitu “Kisah Kerupuk Khas Jawa Barat” karya Dini Wahyuni (Dini W. Tamam), “Tutug Oncom Persahabatan” karya Ridwan (Iwok Abqary), “Bertualang Ke Kampung Naga” Weni Rahayu, “Sahabat di Udara” karya Irra Fachriyanthi, “Vlog Kuliner Ujang Guludug” karya Akbar Selamat, “Memburu Suara Merdu” karya Tuti Adhayati, dan “Petualangan di Caruban Nagari” karya H. Arif Arofah (Hara Hope).

Sementara itu, pemenang bahan literasi kategori SMP dan SMA (Membaca Lanjut) adalah “Payung Kebohongan” karya Iwok Abqari, “Kamuti” karya Dini W.Taman, “Melacak Jejak Ki Gede Trusmi” Arif Arofah, “Gara-Gara Ampas” karya Hamidah Jauhari, “Menelusuri Jejak Cincin Api di Parahyangan” karya Tety Aprilia, “Rumah Adat Sunda” karya Novianti, dan “Ajip Rosidi Pendekar Literasi Indonesiai” karya Apip Kurniadin.

Para pemenang Sayembara Penulisan Bahan Literasi 209 Balai Bahasa Jawa Barat berfoto bersama.

Para pemenang Sayembara Penulisan Bahan Literasi 2019 Balai Bahasa Jawa Barat mendapat hadiah uang tunai Rp5.000.000,00. (lima juta rupiah), piala, dan piagam penghargaan. Selamat kepada para pemenang. (DS).

Postingan Terkait