Tingkatkan Literasi di Pelosok Sumatra, Pemerintah Kirim 4.085.586 Eksemplar Buku

 Tingkatkan Literasi di Pelosok Sumatra, Pemerintah Kirim 4.085.586 Eksemplar Buku

Cikarang — Gerakan Literasi Nasional (GLN) di berbagai pelosok tanah air terus digalakkan. Kali ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) meluncurkan program pencetakan dan pengiriman buku pengayaan pendukung ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) untuk peserta didik PAUD dan SD di wilayah regional satu yaitu Sumatra. Dalam hal ini, PT Gramedia adalah salah satu perusahaan pemenang lelang yang bertugas mencetak buku, sedangkan Pos Indonesia ditunjuk untuk pendistribusian buku ke daerah 3T.

Sebanyak 560 judul yang terdiri atas 540 judul buku SD dan 20 judul buku PAUD dikirimkan dari perusahaan percetakan PT Gramedia berkolaborasi dengan Pos Indonesia untuk pengiriman ke daerah 3T regional satu. Total buku yang dikirimkan untuk wilayah regional satu ini terdiri atas 4.038.946 eksemplar buku SD dan 46.640 eksemplar untuk buku PAUD. Seluruh anggaran berasal dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kepala Badan Bahasa, E. Aminudin Aziz, mengatakan bahwa dalam mewujudkan misi mencerdaskan kehidupan bangsa di seluruh Indonesia, Badan Bahasa berkomitmen untuk memfasilitasi dengan ketersediaan sarana yang ada. Diharapkan buku-buku yang telah dicetak ini dapat sampai di tempat tujuan dengan tepat waktu, tepat sasaran, dan aman.

“Selain itu, diharapkan buku-buku ini betul-betul dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak didik kita, supaya dapat meningkatkan minat baca, nilai kemampuan literasi, serta bahasa guna mencetak generasi yang unggul, cerdas, berkarakter, sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila,” ujar Aminudin Aziz di Cikarang, Selasa (12/7).

Badan Bahasa memahami perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menyukseskan GLN. “Kami tidak bisa bekerja sendiri, ketersediaan paket pertama buku perdana yang sesuai kebutuhan anak-anak ini sangat menentukan keberhasilan program ini selanjutnya,” seraya mengajak masyarakat untuk melakukan revolusi pengadaan buku.

“Terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya GLN. Kita harap agar buku-buku ini bisa sampai kepada anak-anak tepat waktu dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Merujuk pada hasil “Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Buku Bermutu bagi Anak”, yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek pada bulan September 2021; disimpulkan bahwa ada tiga prinsip utama buku bermutu bagi anak yaitu 1) buku yang anak benar-benar ingin baca, bukan buku yang orang dewasa pikir anak ingin baca; 2) buku yang bervariasi tema dan ceritanya; serta 3) buku yang sesuai dengan jenjang pembacanya. Ketersediaan buku-buku yang sesuai, terutama usia dini dan SD akan membantu meningkatkan minat baca pada anak sejak dini.

Direktur PT Gramedia, Hari Susanto Surjotedjo, menyampaikan komitmennya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta siap ikut berperan dan berkontribusi terhadap pemajuan pendidikan di Indonesia. “PT Gramedia Printing sangat bangga ikut dalam proyek pencetakan dan pengiriman buku pengayaan dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional yang dilaksanakan Kemendikbudristek sejak tanggal 22 Juni 2022 lalu,” katanya.

Hari Susanto mengatakan, Gramedia Printing hadir untuk memberikan komitmen terbaik bagi anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, ia menyadari suksesnya GLN sangat ditentukan oleh gerakan bersama semua pihak mulai dari pusat hingga pelosok daerah. “GLN tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk pengusaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, pegiat literasi, orang tua dan masyarakat. Kami akan terlibat dalam setiap kegiatan literasi untuk memastikan dampak positif dari upaya peningkatan daya saing bangsa,” tegasnya.

Perwakilan dari Kepala Unit Bisnis Pemerintahan, PT Gramedia, Ibnu D. Prastowo mengatakan bahwa buku yang dicetak akan dikirim ke 4.739 sekolah di wilayah Sumatra di daerah 3T. Perkembangan pencetakan kita sudah 100 persen selesai, untuk proses jilid masih 89 persen, dan buku yang sudah dikemas mencapai 60 persen. Hari ini kita akan melakukan pengiriman ke daerah yang tersulit dulu yaitu Nias Utara, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Bintan, Kepulauan Natuna, Kepulauan Anabas, Kepulauan Nias Barat, Nias Selatan dan Pelawan. Selanjutnya, pengiriman akan menyusul pada 14, 15, 16 dan terakhir 22 Juli pengiriman terakhir ke wilayah Aceh Besar dan Sabang,” jelasnya ketika menyampaikan laporan.

Turut hadir, pejabat di lingkungan Badan Bahasa yaitu Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Iwa Lukmana dan Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Sri Haryanti. Sementara itu, jajaran pimpinan yang hadir dari PT Gramedia adalah Direktur Media and Book Gramedia Printing, Paulus Winata; Senior Vice President Enterprise dan Ritel, Arifin Muchlis. Sebelum melepas truk milik Pos Indonesia yang melakukan Pengiriman Perdana Buku Gerakan Literasi Nasional ke Area Sumatra ini, Kepala Badan Bahasa melakukan pengecekan dan penyegelan bagasi truk pengangkut buku. Kemudian, melakukan prosesi pemecahan kendi sebagai tanda dimulainya pendistribusian buku tahap pertama ke wilayah regional 1.

Selain melaksanakan program pencetakan dan pengiriman buku pengayaan literasi, Badan Bahasa bekerja sama dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), serta organisasi pegiat literasi lainnya untuk melaksanakan program pendampingan pemanfaatan buku pengayaan literasi di sekolah sasaran. Hal ini dilakukan agar para guru di sekolah yang telah menerima kiriman buku-buku tersebut mampu mengelola dan memanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kecakapan literasi peserta didik dalam program yang kreatif, bermakna, dan berkelanjutan.

Dalam program ini, Badan Bahasa melibatkan sebanyak 32 orang fasilitator pendampingan buku tingkat pusat, 243 orang fasilitator pendampingan buku tingkat regional, 7.609 orang fasilitator pendampingan buku tingkat kabupaten, serta para pegiat literasi di masyarakat.

Total jumlah buku yang dicetak oleh Badan Bahasa tahun 2022 ini yaitu sebanyak 20 judul untuk buku PAUD (119.260 eksemplar) dan 540 judul untuk buku SD (12.767.902 eksemplar). Dalam mencetak buku-buku tersebut, Badan Bahasa menggunakan mekanisme lelang dan yang memenangkan lelang tersebut adalah PT Gramedia (Cikarang), PT Pura Barutama (Kudus), PT Macananjaya Cemerlang (Klaten), dan PT Temprina Media Grafika (Gresik).

Badan Bahasa bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam proses pendistribusian buku. Buku yang dicetak oleh PT Gramedia akan dikirim ke regional 1 yang meliputi wilayah di Sumatera. Buku yang dicetak oleh PT Pura Barutama akan dikirim ke regional 2 yang meliputi wilayah di Kalimantan dan Sulawesi. Buku yang dicetak oleh PT Macananjaya Cemerlang akan dikirim ke regional 3 yang meliputi wilayah di NTT dan NTB. Buku yang dicetak oleh PT Temprina Media Grafika akan dikirim ke regional 4 yang meliputi wilayah di Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Adapun Pos Indonesia dalam menjalankan pendistribusian buku, juga menyusun lini masa distribusi mulai dari selesainya proses pencetakan, proses pengiriman, penerimaan buku di lokasi tujuan. Adapun prosesnya adalah buku-buku dikirimkan ke beberapa hub, lalu disortir sebelum diteruskan ke alamat yang tertera.

Sumber:
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Laman: kemdikbud.go.id

Postingan Terkait