Tugas Pokok dan Fungsi Balai Bahasa Jabar

Deskripsi kerja tiap bidang ini meliputi jabatan dan rincian tuga kerja, sebagai berikut.

  1. Kepala Balai

Kepala Balai memiliki tugas menyiapkan bahan dan konsep kebijakan pengkajian, pengembangan, dan pembinaan bahasa dan sastra di daerah Jawa Barat. Adapun rincian tugas jabatan Kepala Balai sebagai berikut:

  1. menyiapkan program dan dan rencana kerja balai atau kantor;
  2. mengoordinasikan penyiapan bahan pengkajian bahasa dan sastra;
  3. mengoordinasikan pengembangan bahasa dan sastra;
  4. mengoordinasikan penyiapan bahan pembinaan bahasa dan sastra;
  5. mengoordinasikan penyiapan bahan perlindungna bahasa dan sastra;
  6. melakukan kerja sama di bidang kebahsaan da kesastraan;
  7. mengoordinasikan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan;
  8. melakukan evaluasi dan pelaporan.

 

  1. Kepala Tata Usaha

Kepala Tata Usaha bertugas melaksanakan koordinasi, merencanakan, mengelola, mengevaluasi, dan melaporkan kegiatan subbagian tata usaha dalam urusan perencanaan, keuangan, kepegawaian, barang milik negara, persuratan, kearsipan, kerumahtanggaan, dan ketatalaksanaan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas di lingkungan BBJB. Adapun rincian tugas Kepala Tata Usaha sebagai berikut:

  1. melaksanakan kegiatan perencanaan ketatausahaan di Balai Bahasa Jawa Barat;
  2. melaksanakan kegiatan kepegawaian baik perencanaan, proses kepangkatan, dan mutasi, maupun ketatalaksanaan di Balai Bahasa Jawa Barat;
  3. melaksanakan kegiatan kerumahtanggaan di Balai Bahasa Jawa Barat;
  4. melaksanakan kegiatan keuangan di Balai Bahasa Jawa Barat;
  5. melaksanakan kegiatan pengelolaan BMN di Balai Bahasa Jawa Barat;
  6. melaksanakan kegiatan kearsipan (surat menyurat) di Balai Bahasa Jawa Barat;
  7. melaksanakanevaaluasi kegiatan ketatausahaan di Balai Bahasa Jawa Barat;
  8. membuat laporan kegiatan ketatalaksanaan di Balai Bahasa Jawa Barat.

 

  1. Peneliti

Peneliti bertugas menyiapkan bahan rencana dan program peneliti dan pengembangan bahasa dan sastra serta membuat laporan penelitian sesuai dengan program penelitian kebahasaan dan kesastraan. Adapun rincian tugas peneliti sebagai berikut:

  1. menyiapkan bahan rencana dan program kegiatan penelitian bahasa dan sastra;
  2. menyusun proposal penelitian kebahasaan dan kesastraan;
  3. menyusun instrumen atau kuesioner untuk pengumpulan dan pengolahan data kebahasaan dan kesastraan (sesuai dengan jenis penelitiannya);
  4. menyerahkan proposal dan instrumen atau kuesioner penelitian untuk dinilai;
  5. merevisi proposal dan instrumen atau kuesioner penelitian sesuai dengan saran penilai;
  6. melaksanakan pengumpulan data penelitian kebahasaan dan kesastraan;
  7. menganalisis data penelitian kebahasaan dan kesastraan;
  8. membuat laporan hasil peneliti kebahasaan dan kesastraan;
  9. menyerahkan hasil penelitian untuk dinilai;
  10. merevisi laporan berdasarkan hasil penilaian;
  11. menyusun bahan informasi dan publikasi hasil penelitian kebahasaan dan kesastraan;
  12. memublikasikan hasil penelirtian melalui jurnal, majalah, buku, atau melalui seminar atau diskusi ilmiah;
  13. menyusun usulan pengembangan dan pembinaan kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan hasil penelitian serta pemikiran ilmiah;
  14. menginventarisasi dan mengidentifikasi perkembangan kebahasaan dan kesastraan secara nasional sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat untuk kepentingan kebijakan kebahasaan dan kesastraan;
  15. memberikan layanan informasi kebahasaan dan kesastraan kepada masyarakat, perseorangan, ataupun instansi;
  16. menyusun bahan pembinaan kebahasaan dan kesastraan;
  17. menyusun bahan pembinaan kebahasaan dan kesastraan melalui media massa elektronik atau cetak;
  18. melaksanakan tugas tambahan atas perintah atasan seperti menyuluh, menyunting, atau menjadi pendamping bahasa.

 

  1. Analisis Kata dan Istilah

Analisis kata dan istilah bertugas mengumpulkan dan menganalisis kata dan istilah sebagai bahasan penyusuna kamus, tesaurus, glosarium, pedoman ejaan dan istilah, dan ensiklopedia. Adapun rincian tugas analisis kauta dan istilah sebagai berikut:

  1. menyusun instrumen pengumpulan bahan sesuai dengan kebutuhan data;
  2. mengumpulkan bahan penyusunan kamus, tesaurus, glosarium, pedoman ejaan dan istilah, serta ensiklopedia;
  3. mengklasifikasi bahan penyusunan kamus, tesaurus, glosarium, pedoman ejaan dan istilah, serta ensiklopedia;
  4. mendefinisikan bahan penyusunan kamus, tesaurus, glosarium, pedoman ejaan dan istilah, serta ensiklopedia;
  5. memverifikasi dan mengonsultasikan kamus bersama pakar;
  6. menyusun dan melaporkan hasil penyusunan kamus, tesaurus, glosarium, pedoman ejaan dan istilah, serta ensiklopedia;
  7. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan.

 

  1. Pengkaji Bahasa dan Sastra

Pengkaji bahasa dan sastra bertugas melaksanakan pengkajian dalam rangka pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra serta membuat laporan sesuai dengan program pengkajian kebahasaan. Adapun rincian tugas pengkaji bahasa dan satra sebagai berikut:

  1. membantu menyiapkan bahan rencana dan program kegiatan penelitian bahasa dan sastra;
  2. menyusun proposal penelitian kebahasaan dan kesastraan;
  3. membantu penyusunan instrumen atau kuesioner untuk pengumpulan dan pengolahan data kebahasaan dan kesastraan (sesuai dengan jenis penelitiannya);
  4. membantu menyerahkan proposal dan instrumen atau kuesioner penelitian untuk dinilai;
  5. membantu merevisi proposal dan instrumen atau kuesioner penelitian sesuai dengan saran penilai;
  6. membantu melaksanakan pengumpulan data peneliti kebahasaan dan kesastraan;
  7. membantu menganalisis data penelitian kebahasaan dan kesastraan;
  8. membantu membuat laporan hasil penelitian kebahasaan dan kesastraan;
  9. membantu menyerahkan hasil penelitian untuk dinilai;
  10. membantu merevisi laporan berdasarkan hasil penelitian;
  11. membantu menyusun bahan informasi dan publikasi hasil penelotian kebahsaan dan kesastraan;
  12. membantu memublikasi hasil penelitian melalui jurnal/majalah/buku atau melalui seminar atau diskusi ilmiah;
  13. membantu menginventarisasi dan mengidentifikasi perkembangan kebahasaan dan kesastraan secara nasional sesuai dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat untuk kepentingan kebijakan kebahasaan dan kesastraan;
  14. membantu memberikan layanan informasi kebahasaan dan kesastraan kepada masyarakat, perseorangan, maupun instansi;
  15. membantu menyusun bahan pembinaan kebahasaan dan kesastraan;
  16. membantu memublikasi bahan pembinaan kebahasaan dan kesastraan melalui media massa elektronik atau cetak;
  17. melaksanakan tugas tambahan atas perintah atasan seperti menyuluh, menyunting, atau menjadi pendamping bahasa.

 

  1. Penerjemah

Penerjemah bertugas menginventarisasi naskah dari bahasa sumber, mengonsultasikan kebermanfaatan naskah, menerjemahkan, menyunting, menyebarluaskan naskah-naskah terjemahan kepada pengguna, serta memantau dan melindungi naskah-naskah hasil terjemahan. Adapun rincian tugas penerjemah sebagai berikut:

  1. menyusun bahan rencana dan program kerja penerjemahan;
  2. menginventarisasi naskah kebahasaan dan kesastraan dari bahasa sumber yang akan diterjemahkan;
  3. mengonsultasikan kebermanfaatan naskah kebahasaan dan kesastraan yang akan diterjemahkan;
  4. melakukan kegiatan penerjemahan di bidang kebahasaan dan kesastraan;
  5. menyusun karya tulis ilmiah tentangg penerjemahan, baik dalam bentuk buku maupun artikel, sesuai dengan kebutuhan pasar yang mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan;
  6. menyebarluaskan artikel tentang penehrjemahan bidang kebahasaan dan kesastraan agar menghasilkan manfaat bagi public, baik langsung maupun tidak langsung;
  7. mengikuti perkembangan ilmu bidang penerjemahan melalui diskusi, seminar, pelatihan, dan lokakarya.
Bagikan ke ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *